Jumat, 30 Oktober 2009

Autis

Kusebut dia dengan nama Autis
Senyumnya yang manis
Membuatku meringis
Hatiku perlahan terkikis
Melihat hidupnya yang miris
Apalagi kau duduk bersama Digris
Kusebut kau autis,
Si penyuka petis

Hari ini gerimis
Kulihat kau menatap papan tulis
Dengan wajah kritis
Lalu kau bertanya pada Digris,
"Sudahkah kau mengerjakan tugas bahasa Inggris?"

Penyair

"Dia adalah rantai penghubung

Antara dunia ini dan dunia akan datang

Kolam air manis buat jiwa-jiwa yang kehausan,

Dia adalah sebatang pohon tertanam

Di lembah sungai keindahan

Memikul bebuah ranum

Bagi hati lapar yang mencari...


Dia adalah seekor burung 'nightingale'

Menyejukkan jiwa yang dalam kedukaan

Menaikkan semangat dengan alunan melodi indahnya..."


dikutip dari puisi berjudul 'penyair' karya Kahlil Gibran

ku tak punya hati

"dan aku tak punya maksud,

untuk menyakiti dirimu...

dan aku tak punya hati,

untuk mencintai dirimu

yang selalu mencintai diriku..

walau kau tahu,

diriku masih bersamanya..."

Duo Narsis nan Autis

kami seperti Indonesia

yang diapit oleh dua benua

tapi ini beda

yang satu Autis

yang satu Degrees

keduanya terlihat miris

di hari kamis

kami meringis

dan hampir menangis

jiwa kami terkikis 

oleh kelakuan kalian yang narsis...